Sale!

Buku Cerdas Memilih Jodoh

Rp 30,000 Rp 24,000

Description

Dalam perjalanan hidup manusia secara umum, ada tiga tonggak penting yang senantiasa menjadi peringatan, yaitu kelahiran, pernikahan, dan kematian. Karena begitu pentingnya tiga momen tersebut, seringkali manusia menjadikannya hari yang sangat istimewa. Orang awam kebanyakan, menjadikannya hari perayaan/peringatan. Maka tak ayal lagi, merayakan kelahiran, pernikahan, dan kematian dengan berbagai tatacaranya, sudah menjadi tradisi yang berurat berakar dalam kehidupan masyarakat.

Ambil contoh, dalam perayaan dan tatacara pernikahan, misalnya perayaan tersebut ada yang bernuansa religius, mewah atau meriah, ada yang bangga dengan tatacara adat daerah, agama, ala budaya barat, ala Timur Tengah, atau menggabungkan di antara yang ada. Tradisi yang mereka jalani umumnya sudah diajarkan dan menjadi kebiasaan turun-temurun dari leluhur, kerabat atau lingkungan mereka sendiri. Bahkan inovasi terbaru dari cipta kreasi mereka sendiri. Bahkan tak sedikit, perayaan-perayaan itu menjadi ajang gengsi untuk menonjolkan kemewahan, kemegahan dan kemeriahan. Apalagi dengan banyaknya perusahaan jasa wedding organizer misalnya. Maka acara pernikahan pun menjadi ajang ritual bisnis yang sangat menjanjikan. Maka, kini ada ritual baru yang bernama Pre-Wedding dan sebagainya, yang notabene hal itu adalah cara untuk menunjukan kemaksiatan secara langsung kepada khalayak dan sanak kerabat. Dimana pasangan calon pengantin berfoto dalam berbagai suasana dan pose, dengan menonjolkan romantisme, kehangatan dan kemesraan dalam foto-foto mereka yang dipublikasikan dalam kartu undangan yang mereka sebarkan. Bukankah ini sejatinya adalah bukti dan publikasi nyata atas maksiat atau zina yang mereka lakukan? Na’udzubillahi min Dzalik. Semoga kita dan anak keturunan kita dijauhkan Allah SWT dari hal semacam ini.

Pembaca yang budiman. Masyarakat yang awam seringkali hanya ikut-ikutan dengan sesuatu yang baru yang menarik hati, apalagi jika yang memberikan contoh itu adalah para artis atau tokoh idola mereka, maka mereka pun semakin termotivasi untuk mengikutinya. Walau pada akhirnya kita tahu, begitu banyak pesta pernikahan yang dilaksanakan dengan segala kemegahan dan kemewahan akhirnya berakhir di meja perceraian, dalam jangka waktu tak terlalu lama dari masa pernikahan yang mereka jalani.

Oleh karena itu, timbul dari sebuah keprihatinan yang mendalam akibat dari makin maraknya pergaulan bebas dimasyarakat khususnya generasi muda, serta pudarnya nilai-nilai sacral dari sebuah pernikahan yang diajarkan dan dicontohkan oleh para pendahulu islam, semakin lapuknya tali iman yang seharusnya menjadi pegangan kuat umat islam, dan menipisnya bekal iman dan takwa yang diperlukan sebagai dasar dari sebuah pernikahan yang bertujuan membina keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, maka dalam buku ini dirangkum hal-hal penting yang bisa dijadikan landasan bagi generasi muda islam, para calon suami dan calon istri, atau bagi para orang tua yang bersiap menikahkan putra-putri mereka.

Berbagai dalil dan kisah dari para teladan umat terdahulu disajikan dalam buku ini untuk memotivasi kita agar lebih bersemangat menerapkan nilai-nilai islam dalam masa sebelum menikah, saat menikah atau sesudah menikah. Sehingga diharapkan siapapun yang berniat melangkah menuju jenjang pelaminan akan memiliki bekal iman dan moral yang cukup untuk bersama-sama mendayung sampan menuju pulau impian.

Buku “Cerdas Memilih Jodoh” ini merupakan buku seri pertama dari dua buah buku yang coba disajikan ulang dari buku “Romantika Kawin Muda”. Kiranya dengan cara ini akan menjadikan buku ini semakin praktis dipelajari oleh para pembaca.

Additional information

Weight 0.3 kg
Dimensions 17.5 × 12.5 cm
Penerbit

Pustaka Imam Bonjol

Penulis

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc

Kode Buku

BK-548

Halaman

xv + 230 Halaman

Cover

Soft Cover

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Buku Cerdas Memilih Jodoh”

Your email address will not be published. Required fields are marked *