Sale!

Buku Shahih Tarikh Ath-Thabari Full Set

Rp 760,000 Rp 570,000

SKU: BK-454 Categories: , ,

Description

Kitab Tarikh Al Umam wa Al Muluk inilah yang menjadikan nama imam Ath-Thabari -rahimahulloh- terangkat, reputasinya berkilau, nama baiknya tadi sepanjang masa. Gelar ahli sejarah yang disematkan kepada Beliau pun dikarenakan buku ini.
Tarikh Al Umam wa Al Muluk  merupakan judul yang lebih masyhur untuk kitab  ini (lihat : Tarikh Baghdad (2/163)], dan judul ini pula yang digunakan ketika buku tersebut diterbitkan.  Selain judul itu, Yaqut Al Hamawi -rahimahulloh-  juga menyebutkan judul lainnya untuk kitab ini , yaitu Tarikh Ar-Rusul wa Al Anbiya wa Al Muluk wa Al Khulaafa [lihat : Mu’jam Al Adibba ‘(18/44)],  Namun kedua judul tersebut sama-sama menunjukkan tema dari Tarikh Ath-Thabari. Selain itu ada pula yang menyebut kitab ini dengan Tarikh Al Kabir [lihat : Mu’jam AlAdibba ‘(18/68)] Yaqut Al Hamawi -rahimahulloh-  mengatakan: Kitab ini merupakan kitab yang tiada tara di dunia, baik dari segi keutamaan ataupun kemasyhuran. Kitab ini banyak sekali ilmu, baik ilmu yang terkait dengan dunia ataupun agama,  Dan pada awalnya kitab ini tebalnya sekitar 5.000 lembar lebih. [lihat : Mu jam AlAdibba ‘(18/70] Kitab ini menduduki puncak paling tinggi dalam hal penulisan sejarah bagi kaum muslimin di tiga abad hijriah yang pertama. Kitab ini juga dianggap seagai referensi paling terpercaya untuk sejarah Islam, sekaligus menempati urutan teratas di antara buku-buku sejarah lainnya. Untuk kandungan dari ini, Yaqut Al Hamawi -rahimahulloh- berpendapat bahwa Ath-Thabari -rahimahulloh- memulai buku dengan khutbah yang mencakup maksud dari tulisannya, lalu berlanjut dengan pembahasan tentang waktu, apa yang dimaksud dengan waktu dan berapa jangka waktu yang diberikan, dengan disertai perbedaan pendapat para ulama dari golongan sahabat dan kaum salaf lainnya tentang hal itu , juga hadits-hadits yang memperkuat pendapat pilihannya. Pembahasan mengenai hal ini sangat sulit ditemukan pada buku yang lain, hanya ada pada buku ini.
Kemudian Abu Ja’far Ath Thabari -rahimahulloh-  dalam kitab ini juga membahas tentang dalil dalil penciptaan waktu (yang terdiri dari malam dan hari), dan bahwa penciptanya itu adalah Alloh -Subhanahu Wa Ta’ala- . Ath-Thabari juga membahas tentang makhluk-makhluk pertama yang diciptakan, dimulai dengan Al Qalam dan dilanjutkan dengan penciptaan lainnya satu persatu sesuai keterangan dar riwayat yang tersedia, dan juga tentang perbedaan pendapat dari para ulama mengenai hal itu. Kemudian Ath-Thabari juga membahas tentang kisah Adam dan Hawa, lalu tentang iblis dan faktor-faktor yang menjadi alasan diturunkannya Adam dari surga.
Setelah itu Ath-Thabari juga membahas tentang kisah para Nabi, para Rasul, para Raja, satu persatu namun secara lebih ringkas, hingga kepada pengutusan Nabi Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- serta raja-raja yang memimpin setiap kabilahnya kala itu, dan juga raja-raja Persia dan Romawi.
Ath-Thabari menceritakan secara lengkap bagaimana saat kelahiran Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , juga nasabnya, moyang dari kakek dan neneknya, anak dan juga istri-istrinya saat pengangkatan beliau sebagai Nabi, peperangan yang diikutinya, dan seluruh perjalanan hidupnya serta para sahabatnya. Kemudian Ath-Thabari melanjutkan dengan kisah para Khulafa’ Ar-Rasyidin, lalu dilanjutkan dengan kisah para khalifah dari bani Umayyah dan bani Abbasiyah [ lihat : Mujam Al Adibba (18/68-70].
Kitab ini mencakup sejarah dunia, dari mulai awal mula penciptaan hingga sampai tahun 302 H/915 M.
Ringkasnya, pembahasan dari kitab Tarikh Ath-Thabari  adalah:
1.  Khutbah: Di dalamnya terkandung ucapan syukur serta puja dan puji kepada Alloh -Subhanahu Wa Ta’ala- , shalawat terhadap Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , penjelasan tentang penciptaan manusia
2. Muqaddimah: Di dalamnya ada pembahasan tentang waktu menurut akidah Islam, juga tentang pendapat-pendapat ulama mengenai jangka waktu yang diberikan dari awal penciptaan hingga akhir zaman, juga tentang penciptaan waktu itu sendiri dan bahwasanya Allah yang menciptakan waktu, siang dan malam, dan Allah mampu untuk membalikkannya (yakni menentukan saat penghabisan dari waktu tersebut) hingga tidak ada yang tersisa kecuali Alloh -Subhanahu Wa Ta’ala- , karena Dia-lah yang paling awal, yang paling akhir, dan yang menciptakan segala sesuatu dengan kuasa-Nya.
Kemudian setelah itu Ath-Thabari membahas tentang awal mula penciptaan makhluk, dan bahwa makhluk yang pertama kali diciptakan adalah Al Qalam. Setelah itu Ath-Thabari menjelaskan tentang penciptaan langit dan bumi yang menghabiskan enam masa, juga tentang penciptaan matahari dan bulan, siang dan malam, serta penciptaan iblis dan kisah yang terkait dengannya.
3. Bagian awal: Pembahasan tentang sejarah dunia sebelum datangnya Islam. Diawali dengan penciptaan kakek moyang manusia, Adam, di surga, lalu dia dan Hawa diturunkan ke muka bumi, disertai dengan riwayat-riwayat terkait. Kemudian Ath-Thabari juga menceritakan kejadian-kejadian di zaman Adam, terutama kisah Qabil yang membunuh Habil, disertai dengan riwayat-riwayat yang terkait. Kemudian Ath-Thabari juga menguraikan pendapat-pendapat mengenai kematian Adam dan usianya ketika dia meninggal dunia. Setelah melalui kisah Nabi Adam, Ath-Thabari melanjutkan pembahasannya tentang perjalanan hidup para Nabi dari keturunan Adam, di antaranya: Nabi Nuh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Ayub, Syuaib, Yusuf, Ilyas, Musa, Ilyasa, Daud, Sulaiman, Shalih, Yunus, Isa -dan terakhir Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam-
Ath-Thabari sedikit menekankan kisah sejarahnya untuk umat-umat tertentu, terutama raja-raja Persia pada masa kekuasaan Sasan, dan hubungan mereka dengan negeri-negeri di wilayah Arab. Begitu jug.i dengan bangsa Romawi dan kekaisaran mereka sejak masa kenabian Isa Al Masih. Begitu juga dengan kaum Yahudi dan para Nabi mereka, Ath-Thabari menuturkan banyak sekali kisah mereka, sejarah, kekuasaan dan pemerintahannya. Juga tentang bangsa-bangsa Arab  terdahulu, dari kaum Ad yang memiliki kekuatan namun digunakan untuk menzhalimi dan menentang Nabi yang diutus kepada mereka, juga kaum Hud dan pembinasaannya, juga kaum Tsarnud yang sesat, kafir, dan selalu melawan perintah Alloh -Subhanahu Wa Ta’ala- dan Nabi-Nya, hingga mereka akhimya dibinasakan.
Ath-Thabari juga menceritakan tentang kaum Thasam Jadis, Jurhum, kerabat Ismail, Arab jahiliyah, raja-raja Yaman dan hubungan mereka dengan negeri Habasyah dan Persia, serta para penguasa Arab yang ternama. Kemudian diceritakan pula tentang kakek moyang Nabi Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- , mulai dari Adnan hingga Abdul Muthallib. Lalu juga kisah Rasulullah sebelum pengangkatannya sebagai Nabi, dan juga keadaan kaum Quraisy dan kota Makkah kala itu. Kisah-kisah tersebut merupakan pendahuluan untuk kisah kenabian Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam
Bagian awal pembahasan Ath-Thabari tentang sejarah dunia ini disusun per-tema, bukan atas dasar tahun kejadian. Dan bagian awal yang juga membahas tentang keadaan masyarakat Arab sebelum datangnya Islam ini direpresentasikan sekitar sepersepuluh dari keseluruhan kitab Tarikh. Namun meski demikian pembahasan tentang masa-masa sebelum Islam ini merupakan hasil tulisan yang terbanyak dibandingkan buku-buku sejarah umum yang ditulis oleh ahli sejarah Arab lainnya.
Bagian kedua: Membahas sejarah dunia setelah datangnya agama Islam, dimulai dari turunnya wahyu kepada Rasulullah . Namun penanggalannya baru dimulai sejak Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam-  berhijrah ke kota Madinah. Bagian kedua ini berlanjut hingga tahun 402 H atau 915 M. Adapun cakupannya dibagi menjadi empat periode
a. Periode kenabian, yang membahas tentang pengangkatan Muhammad sebagai Rasul, perjalanan hidup beliau, peperangan yang diikutinya, hingga sampai tahun 11 H atau 620 M.
b. Periode Khulafa’ Ar-Rasyidin, yang membahas tentang sejarah empat khalifah yang memimpin kaum muslirnin setelah Nabi, juga tentang perluasan wilayah Islam yang terjadi pada masa kepemimpinan mereka, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi ketika itu hingga tahun 40 H atau 660 M.
c. Periode kekhalifahan dinasti Umawiyah, yang membahas tentang sejarah para khalifah dari keturunan Umayyah, perluasan wilayah yang mereka lakukan, peristiwa dan fitnah yang terjadi ketika itu, hingga bergantinya masa kekhalifahan pada tahun 132 H atau 649 M.
d. Periode kekhalifahan dinasti Abbasiyah, yang membahas tentang sejarah para khalifah dari keturunan Abbas, apa saja yang terjadi pada masa-masa itu, juga fitnah, perang saudara, dan munculnya kelompok-kelompok yang memisahkan diri dari pemerintah, hingga sampai pada tahun 302 H atau 915 M, karena Ath-Thabari memang menghentikan penulisan dan penyusunan bukunya ini pada tahun 303 hijriah.

  Pujian Para Ulama Untuk Imam Ath-Thabari -rahimahulloh-
Al Khatib Al Baghdadi -rahimahulloh-  mengatakan bahwa imam Ath-Thabari -rahimahulloh- adalah salah seorang ulama besar. Karena pengetahuan dan keutamaannya, maka perkataannya selalu didengarkan dan pendapatnya selalu diperhitungkan. Keistimewaannya yang tidak dimiliki oleh siapapun yang sezaman dengannya adalah menguasai sejumlah bidang ilmu. Dia telah berhasil menghapal Al Qur’an sejak dia masih kecil. Dia juga mengenal berbagai macam qira’ah, memahami makna yang tersirat, dan mendalami hukum-hukum yang ada di dalam Al Qur’an. Dia juga pandai dalam ilmu hadits, dari mulai matan dan sanadnya, keshahihan dan kelemahannya, ataupun dalil yang ter-nasakh (terbatalkan) dan yang me-nasakh-nya. Selain itu dia juga menguasai betul apa saja pendapat dan perkataan para sahabat dan tabi’in (atsar).
Kemudian Al Khatib melanjutkan: Ath-Thabari -rahimahulloh- juga menguasai kisah dan sejarah orang-orang terdahulu. Dia menulis sejumlah buku, di antaranya: buku tentang kisah raja-raja dan bangsa-bangsa terdahulu, buku tentang tafsir Al Qur’an yang belum pernah ditulis seperti itu sebelumnya, juga buku yang berjudul Tahdzib Al Atsar, buku yang isinya tidak pernah aku ( Al Khatib) ketahui sebelumnya, hanya sayangnya dia tidak sempat menyelesaikan buku tersebut hingga akhir. Lalu dia juga memiliki buku tentang ilmu ushul fiqih dan cabang-cabangnya, serta banyak lagi buku-buku yang lainnya.
Sebuah riwayat dari Al Khatib -rahimahulloh- menyebutkan, dari Muhammad bin Ahmad bin Ya’qub, dari Muhammad bin Abdullah An-Naisaburi, dari Abu Bakar bin Balawaeh, dia berkata: Abu Bakar Muhammad bin Ishaq (alias Imam Ibnu Khuzaimah -rahimahulloh- ) pernah bertanya kepadaku, “Aku dengar kamu belajar tentang ilmu tafsir dari Muhammad bin Jarir (Ath Thabari) dan menuliskannya?” aku jawab, “Benar sekali, aku menuliskan buku itu saat diejakan olehnya secara langsung.” Dia bertanya lagi, “Apakah kamu menuliskan semua apa yang dia sampaikan?” aku jawab, “Tentu saja.” Dia bertanya lagi, “Pada tahun berapakah kamu menuliskannya?” aku jawab, “Pada tahun dua ratus delapan puluh tiga hingga tahun dua ratus sembilan puluh.” Kemudian Abu Bakar meminjam buku Itu dariku, dnn dia baru mengembalikannya setelah dua tahun lamanya. Saat itu dia berkata, “Aku telah membaca buku ini sampai habis. Dan kesimpulanku setelah membacanya adalah: tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang lebih pandai dari Muhammad bin Jarir Ath-Thabari. [lihat : Tarikh Baghdad'(2/164)] Imam As-Subki -rahimahulloh- mengatakan: Abu Ja’far Ath-Thabari adalah seorang ulama yang pandai dan mujtahid. Dia berasal dari kota Amal di Ath-Thabaristan. Dia adalah salah seorang ilmuwan bagi seluruh dunia, baik secara agama ataupun ilmu pengetahuan umum. Dia lahir pada tahun 224 atau 225 hijriah. Dia telah mengunjungi berbagai kota dan negeri hanya untuk menuntut ilmu [Thabaqat Asy-Syafi’iyah Al Kubra (3/122] Al Hafizh Adz-Dzahabi -rahimahulloh-  mengatakan bahwa dia adalah seorang ulama yang tiada tara, dia juga seorang penghapal dengan daya ingat yang tinggi, dan dia juga seorang penulis yang telah menulis sejumlah buku. Pria yang berasal dari Amal, Ath-Thabaristan ini sering melakukan perjalanan untuk menambah ilmunya [Tadzkirah Al Huffazh (2/710)] Abdullah bin Ahmad As-Simsar meriwayatkan sebuah percakapan antara Ibnu Jarir Ath Thabari -rahimahulloh-  dan murid-muridnya, dia mengatakan, “Apakah kalian siap untuk mempelajari sejarah dunia?” Lalu murid-muridnya menanyakan jumlah riwayat yang harus mereka pelajari, dan dijawab oleh Ath-Thabari -rahimahulloh-  sekitar tiga puluh ribu lembar. Maka mereka pun terkejut dan berkata, “Sepertinya umur kami sudah habis sebelum menyelesaikannya.” Ath-Thabari -rahimahulloh- pun menjawab, “Inna lillah , kemana semangat kalian!” Maka setelah itu Ath-Thabari hanya mengajarkan tiga ribu lembar dari ilmu tarikhnya saja. Kemudian (setelah selesai dari ilmu tarikhnya), dia hendak mengajarkan ilmu tafsirnya, dia bertanya lagi kepada murid-muridnya dengan pertanyaan yang sama, dan jawaban mereka pun sama, maka Ath-Thabari pun hanya mengajarkan kepada mereka sebagian kecil dari ilmu tafsir-nya itu [lihat : Tarikh Baghdad (2/163) dan kitab Tadzkirah Al Huffazh (2/712)] Ibnu Khallikan -rahimahulloh- rnenuturkan: Ath-Thabari adalah seorang periwayat yang terpercaya dalam ilmu tarikh dan periwayatannya. Dibandingkan dengan yang lain, maka ilmu tarikhnya adalah yang terbaik dan lebih dipercaya [lihat : Wafiyat Al A’yan (4/191 no. 570)] Al Hafizh Ibnu Asakir  -rahimahulloh- ketika menuliskan biografi Ath-Thabari mengatakan bahwa dia adalah seorang ulama yang menulis sejumlah buku terpopuler [lihat : Tarikh Dimasyq (52/188 no. 6160)] Ibnu Asakir juga menyebutkan sebuah riwayat dengan sanad yang bersambung hingga Abu Sa’id bin Yunus, dia berkata: Muhammad bin Jarir bin Yazid yang berjulukan Abu Ja’far Ath-Thabari adalah seorang faqih (ahli di bidang ilmu fiqih) yang berasal dari kota Amal. Lalu pada tahun 263 dia datang ke Mesir dan mulai menulis buku. Lalu dia pergi ke Baghdad dan menghasilkan buku yang lebih banyak lagi dan lebih spektakuler. Seakan     akan buku-buku itu memperlihatkan betapa luasnya ilmu yang dimiliki Ath-Thabari. Di kota itulah dia meninggal dunia pada sekitar sepuluh hari terakhir di bulan Syawal tahun 310 H [lihat : Tarikh Dimasyq (52/191)]

Additional information

Weight 4.6 kg
Dimensions 23.5 × 15 cm
Penerbit

Pustaka Azzam

Penulis

Imam Abu Ja\'far Muhammad bin Jarir Ath Thabari

Kode Buku

BK-454

Cover

Hard Cover

Halaman

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Buku Shahih Tarikh Ath-Thabari Full Set”

Your email address will not be published. Required fields are marked *